Pemeriksaan dan Latihan ROM

Pemeriksaan ROM merupakan pemeriksaan penting dalam fisioterapi. ROM atau luas gerak sendi diukur oleh fisioterapis menggunakan alat yang disebut goniometer. Goniometer berupa alat yang terbuat dari logam atau plastik dengan dua lengan - seperti busur lipat. Angka dalam goniometer menunjukkan besar sudut dalam derajat, seperti busur.

Saat berkunjung ke klinik fisioterapi baik karena cedera, nyeri atau karena penyakit yang mengakibatkan keterbatasan gerak dan menghambat aktifitas, mungkin Anda akan mendengar istilah keterbatasan ROM , latihan ROM, atau pemeriksaan ROM.

ROM adalah singkatan dari Range Of Motion. ROM menggambarkan "seberapa luas sendi bisa digerakkan". ROM diukur saat pemeriksaan. Bila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan nilai ROM dibawah normal fisioterapis akan memberikan latihan ROM untuk mengembalikan luas gerak sendi.

Saat menggerakkan bagian tubuh sendi juga ikut bergerak layaknya sebuah engsel pintu. Jika tubuh Anda tidak bisa digerakkan dengan penuh, misalnya Anda tidak bisa jongkok karena lutut Anda tidak bisa ditekuk dengan penuh, itu artinya ROM sendi Anda terbatas atau dibawah nilai normal.

Pemeriksaan ROM

Pemeriksaan ROM merupakan pemeriksaan penting dalam fisioterapi. ROM atau luas gerak sendi diukur oleh fisioterapis menggunakan alat yang disebut goniometer. Goniometer berupa alat yang terbuat dari logam atau plastik dengan dua lengan - seperti busur lipat. Angka dalam goniometer menunjukkan besar sudut dalam derajat, seperti busur.

pemeriksaan rom, pengukuran rom, latihan rom
Gambar Pemeriksaan ROM dengan Goniometer

Pengukuran ROM pada umumnya merupakan tindakan yang tidak menimbulkan rasa sakit. Namun ada beberapa kasus paska operasi atau cedera di mana proses pengukuran ROM mungkin menyakitkan, tapi rasa sakit tersebut biasanya hanya dirasakan sebentar dan hanya terjadi selama pengukuran.

Ada tiga jenis ROM yang perlu Anda ketahui, yaitu:
  • Pasif (PROM),
  • Active Assisted (AAROM), dan
  • Aktive (AROM). 

Latihan ROM Pasif

Pasif ROM (PROM) terjadi pada sendi jika Anda tidak menggunakan otot Anda untuk menggerakkan tubuh. Orang lain -misanya fisioterapis, yang secara manual menggerakkan tubuh Anda, sementara itu Anda rileks. Latihan ROM pasif biasanya digunakan fisioterapis selama fase awal penyembuhan paska operasi atau cedera. Jika kelumpuhan membuat tubuh Anda tidak bisa bergerak normal, latihan pasif ROM juga dapat digunakan untuk mencegah kontraktur (pemendekan otot dan sendi) .

Latihan ROM Active Assisted

Active Asisted ROM (AAROM) terjadi pada sendi ketika Anda mampu menggerakkan bagian tubuh Anda yang cedera, namun Anda masih memerlukan bantuan untuk bergerak agar tidak terjadi kerusakan jaringan atau untuk mencegah cedera lebih lanjut. Bantuan untuk menggerakkan tubuh Anda bisa berasal dari Anda sendiri -menggunakan bagian tubuh yang sehat atau bantuan dari orang lain.

Contoh dari AAROM adalah pada kondisi paska operasi sendi bahu, atau cedera otot sendi bahu. Mungkin fisioterapis yang merawat Anda telah mengizinkan Anda untuk menggerakkan lengan Anda, tetapi masih harus dengan bantuan orang lain. Latihan AAROM biasanya digunakan fisioterapis pada kondisi paska cedera atau pembedahan ketika telah terjadi penyembuhan dan otot-otot sudah dapat berkontraksi, tapi masih memerlukan perlindungan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Latihan ROM Aktif

Active ROM (AROM) terjadi pada sendi jika Anda menggunakan otot Anda untuk menggerakkan bagian tubuh Anda dan tidak memerlukan orang lain untuk membantu Anda bergerak. Latihan ROM aktif digunakan ketika Anda mulai bisa bergerak secara mandiri setelah cedera atau operasi, dan tidak lagi memerlukan perlindungan dari cedera lebih lanjut.


Komentar