Kesemutan di Telapak Tangan dan Jari, Mungkin Carpal Tunnel Syndrome

Pagi ini ada inbox di facebook, “Telapak tangan saya sering kesemutan, terutama saat selesai mengerjakan tugas tulis menulis di kantor, seperti mati rasa …”

Pertanyaan ini hampir sama dengan keluhan pasien saya kemarin, “ Telapak tangan dan jari-jari tangan saya selalu kesemutan kalau digunakan untuk ngetik “

Kesemutan di telapak tangan dan jari-jari bisa diakibatkan karena beberapa hal, yang paling sering terjadi karena carpal tunnel syndrome (CTS). Apalagi kesemutan itu terjadi berhubungan dengan katifitas gerakan tangan jari-jari tangan dan pergelangan tangan. Para pekerja kantoran yang sering menulis, mengetik atau buruh pabrik linting rokok mempunyai resiko menderita penyakit ini. Begitu pula para pekerja rancang bangun, pekerja yang mengendalikan peraalatan yang bergetar, mereka rentan menderita carpal tunnel syndrome.

Para ahli di Indonesia mengadaptasi istilah carpal tunnel syndrome (bahasa Inggris) menjadi sindroma terowongan karpal (bahasa Indonesia) , namun saya lebih suka menggunakan istilah carpal tunnel syndrome karena akronim CTS sudah sangat familiar.

Dalam artikel ini saya akan membahas:
  1. Kenapa bisa terjadi CTS ?
  2. Penyebab CTS
  3. Tanda dan gejala CTS
  4. Cara mendiagnosa CTS

Kenapa Bisa Terjadi Carpal Tunnel Syndrome (CTS) ?

Carpal Tunnel adalah terowongan (tunnel) kecil pada pergelangan tangan. Terowongan ini dilalui oleh saraf medianus dan tendon otot-otot fleksor yang fungsinya untuk menggenggam. Tekanan yang berlebihan pada daerah ini bisa menyebabkan rasa sakit dan iritasi yang memicu terjadinya carpel Tunnel Syndrome (CTS). Karena saraf medianus adalah saraf yang mensarafi telapak tangan, maka – tanpa mengabaikan gejala yang lain, gejala yang paling umum terjadi pada CTS adalah kesemutan pada telapak tangan.

gambar cts, gambar carpal tunnel syndrome, anatomi cts
Gambar Carpal Tunnel

Penyebab Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Biasanya carpal tunnel syndrome (CTS) disebabkan karena aktivitas kerja, seperti juru ketik atau buruh linting rokok. Meskipun demikian beberapa kasus carpal tunnel syndrome berhubungan dengan arthritis pada pergelangan tangan, penyakit tiroid dan kehamilan. Resiko mengalami carpal tunnel syndrome meningkat pada peketja yang menjalankan alat yang bergetar.


Tanda-Tanda Dan Gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Kebanyakan CTS terjadi bertahap, dengan gejala seperti rasa terbakar, gatal, ditusuk – tusuk, mati rasa atau kesemutan pada telapak tangan hingga jari – jari ( teruma ibu jari, telunjuk, dan jari tengah). Gejala-gejala tersebut bisa menjadi lebih berat pada malam hari.

Untuk mengatasi hal ini, beberapa orang mencoba mengibas – ngibaskan tangannya untuk mengurangi nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan jari-jari.

Pada tahap yang lebih parah, gejala ini mungkin akan dialami sepanjang hari dan akan terasa semakin parah saat menggunakan tangan untuk menggengam. Tangan akan mati rasa jika saraf terus menerus tertekan, hingga tak mampu memegang benda dengan baik.

Bagaimana Mendiagnosa Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Ada beberapa tes yang dilakukan dalam diagnosa CTS:
  1. Menguji genggaman jari – jari tangan untuk mengetahui kekuatan otot.
  2. Pemeriksaan sensorik telapak tangan dan jari-jari.
  3. Phalen test: Saling menekan dengan kedua punggung tangan selama 1 menit. Jika terasa sakit atau justru mati rasa selama +/- 60 detik, hal ini merupakan indikasi CTS.
  4. Tinel's Sign dengan mengetuk saraf median di pergelangan tangan menggunakan palu reflek . Rasa sakit pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah mengindikasikan CTS.
  5. Electromyogram/EMG dan Nerve Conduction Velocity (NCV) untuk mengetahui transmisi syaraf sekaligus melihat tingkat keparahan CTS. 
Lalu, bagaimana cara mengobati carpal tunnel syndrome? Baca artikel selanjutnya: Pengobatan Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
BERIKAN KOMENTAR ()