-->

Tips : Belajar Bergerak Setelah Stroke


Saya mengibaratkan pemulihan paska stroke sebagai suatu perjalan yang harus ditempuh atau sebuah proses belajar yang harus dilalui. Pasien adalah aktor utama dalam perjalanan (pemegang kemudi), sedangkan fisioterapis adalah guide atau navigator perjalanan itu.

10 Hal Penting Belajar Bergerak Setelah Stroke

Bagi penderita stroke, menggerakkan lengan atau menggeser tungkai bisa jadi aktivitas yang menantang. Belajar bergerak adalah suatu perjuangan tersendiri. Fisioterapis dapat membimbing Anda melakukan latihan pemulihan gerak agar mendapatkan hasil yang optimal.

Berikut ini 10 hal penting yang perlu Anda ketahui selama proses pemulihan.

1. Ingat : Anda sedang melatih otak 

Dalam pembahasan sebelumnya telah saya sampaikan bahwa masalah stroke adalah masalah otak, oleh karena itu seluruh bentuk latihan yang akan Anda lakukan bertujuan untuk melatih kembali otak Anda agar dapat mengontrol gerakan kembali.

Salah satu kegagalan dalam upaya pemulihan gerak paska stroke adalah ketika Anda menganggap stroke hanya sekedar kelemahan otot tangan dan kaki, lalu Anda berusaha menguatkan otot tangan dan kaki tersebut dengan berbagai bentuk latihan penguatan otot.

2. Gunakan jika Tak ingin kehilangan

Suatu ketangkasan atau keterampilan yang jarang dipraktekkan cenderung semakin melemah dan lama-lama bisa menghilang, apalagi jika Anda tidak pernah mempraktekkannya. Seorang mantan atlit bulu tangkis yang sudah pensiun bertahun-tahun akan kehilangan beberapa ketangkasan geraknya dalam bermain bulu tagkis. Bagaimana dengan tangan Anda yang sulit bergerak akibat stroke? Jika tidak digunakan, Anda akan benar-benar kehilangan fungsi tangan Anda : ’Use it or Lose It’

3. Belajar dengan baik untuk hasil yang baik

Sesungguhnya latihan yang akan Anda lakukan merupakan suatu upaya untuk membuat rekaman gerak di otak Anda. Kalau Anda belajar bergerak dengan pola yang tidak baik, misalnya belajar duduk dan berdiri dengan tumpuan berat badan yang tidak seimbang (condong ke satu sisi), dan gerakan seperti itu Anda lakukan berulang-ulang, maka sesungguhnya Anda sedang merekam gerakan yang salah di dalam otak Anda.

4. Latihan gerak spesifik

Belajar gerakan atau aktifitas spesifik memberikan hasil yang jauh lebih optimal dibandingkan dengan belajar banyak gerakan dalam satu waktu. Pilih latihan gerak atau aktifitas sehari-hari yang paling penting : buatlah skala prioritas.

Bila saat ini Anda mengalami kesulitan dalam melakukan beberapa aktifitas sehari-hari seperti : 1. berdiri, 2. berjalan, 3. meraih, dan 4. menggenggam. Pilihlan diantaranya yang paling penting untuk segera Anda kuasai. Misalnya Anda ingin segera bisa berdiri. Maka lakukan latihan berdiri secara spesifik hingga mencapai target dalam jangka waktu tertentu. Setelah Anda menguasainya, baru beralih ke latihan lainnya.

5. Lakukan latihan gerak yang bertujuan dan bermakna untuk aktivitas sehari-hari

Pastikan latihan gerak yang Anda lakukan bermakna untuk aktifitas hidup sehari-hari. Latihan mengangkat-angkat lengan atau kaki tanpa membentuk gerakan yang bermakna tidak lebih bagus hasilnya bila dibandingkan dengan latihan meraih gelas atau belajar naik trap / anak tangga.

Sebaiknya latihan difokuskan pada aktifitas fungsional yang belum bisa Anda lakukan, misalnya Anda tidak bisa meraih gelas padahal Anda harus bisa minum sendiri, maka berlatihlah meraih gelas. Dengan begitu, otak akan menangkap pesan bahwa Anda membutuhkan aktifitas meraih gelas dan mencoba memperbaiki sel - sel di otak untuk membentuk gerakan meraih gelas.

6. Bayangkan gerakan di otak

Setiap gerakan timbul dari otak, oleh karena itu otak harus bener-bener bisa membayangkan bagaimana suatu gerakan akan dilakukan. Membayangkan gerakan sebelum bergerak ibarat insinyur membuat gambar rancang bangun sebelum memulai pembangunan gedung.

Jika Anda saat ini tidak bisa melangkah karena stroke, maka cobalah mengingat bagaimana gerakan melangkah itu. Bayangkan secara detail, jika perlu perhatikan putra Anda atau saudara Anda ketika berjalan, lalu bayangkan Anda sedang melangkah. Setelah itu cobalah untuk melangkah.

7. Repetisi dan konsistensi

Pengulangan (repetisi) merupakan kunci dari keberhasilan neuroplastisitas. Semakin sering Anda mempraktekkan suatu gerakan dengan gerakan berulang maka semakin kuat pula otak merekam gerakan tersebut.

Ibarat lapangan rumput, semakin sering Anda melewati lapangan tersebut maka bekas lintasan jalan Anda akan semakin jelas. Seberapa sering saya harus latihan? Semakin sering Anda melakukan latihan gerak, semakin baik pula hasilnya.

8. Tidur itu penting untuk pemulihan stroke

Belajar dengan giat penting bagi proses pemulihan ; Tapi tidur juga penting ! Saat tidur, rekaman gerakan yang Anda lakukan dalam sehari akan diputar kembali di dalam otak, dan itu akan mengutakan rekaman gerak yang Anda lakukan selama latihan. Gunakan waktu tidur dengan sebaik baiknya dan berusahalah untuk tidur cukup waktu.

9. Stroke itu unik, tak ada yang sama

Biasanya pasien stroke atau keluarganya akan membandingkan dirinya dengan penderita stroke lain. Hal ini wajar, namun sesungguhnya ini tidak fair ! Jika Anda baca lagi pada bagian awal artikel ini , Anda akan memahami bahwa area otak itu luas dan kompleks.

Jenis stroke, luasnya kerusakan otak, lokasi stroke berbeda-beda antara satu pasien dengan pasien lain. Bisa jadi keadaan Anda lebih parah dibandingkan dengan penderita lain, namun bisa jadi juga jauh lebih baik dibandingkan dengan penderita stroke lainnya lagi.

Dalam hal pemulihan, tingkat pendidikan, keadaan sosial - ekonomi, dukungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal, serta letak geografis dan kedekatan hubungan dengan fisioterapis sangat mempengaruhi proses pemulihan dan hasilnya.

Setiap penderita memeiliki latar belakang yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa dibanding-bandingkan.

10. Cintai proses

Pemulihan stroke adalah proses, semua berawal dari otak namun harus melibatkan hati. Jangan tergesa-gesa apalagi putus asa. Melibatkan hati itu penting, karena begitu Anda putus asa, maka usaha pengobatan dan pemulihan apapun akan sia-sia hasilnya. Jangan merasa rendah diri dan menarik diri dari pergaulan ; jalinlah hubungan secara terbuka dengan keluarga, ligkungan dan rekan-rekan kerja.

Nikmati semua proses belajar dengan penuh cinta, fisioterapis akan membantu Anda mengevaluasi secara berkala capaian belajar Anda.