Cedera Jaringan Butuh PEACE & LOVE


Seiring berkebangnya ilmu pengetahuan, penanganan cedera jaringan lunak terus mengalami evolusi. Dalam blog ini setidaknya saya telah menulis artikel mengenai penangan cedera dengan metode RICE dan kemudian saya update dengan menulis artikel penanganan cedera dengan metode POLICE yang menambahkan unsur optimal loading. Baru-baru ini BJSM ( British Journal Sport Medicine ) memuat artikel yang memperkenalkan metode baru dalam penanganan cededera yang disingkat dengan akronim yang cukup cantik, yaitu : "PEACE ☮  LOVE ❤".

Tinggalkan POLICE, cedera hanya butuh PEACE & LOVE :

P - Protection ( Proteksi )
Hindari aktivitas dan gerakan yang dapat menambah nyeri pada beberapa hari setelah cedera

E - Elevation ( Elevasi )
Mengangkat bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung sesering mungkin yang bisa dilakukan.

A - Avoid Anti Inflamatory ( Hindari Anti Inflamasi )
Hindari penggunaan obat anti inflamasi dan kompres es karena dapat menghambat penyembuhan. 

C - Compression ( Kompresi )
Gunakan elastic bandage atau kinesiotape untuk mengurangi pembengkakakan

E - Education ( Edukasi )
Berikan edukasi kepada pasien untuk terlibat aktif dalam pemulihan dan hindari penggunaan modalitas pasif ( elektoterapi, manual terapi atau akupuntur )  secara berlebihan.


Setelah PEACE, lalu ikuti dengan :

L - Loading ( Pembebanan )
Lakukan pembebanan secara bertahap dengan menggunakan toleransi nyeri sebagai petunjuk dosis.

O - Optimism ( Optimis )
Kondisikan pikiran Anda untuk senantiasa perpikir positif dan percaya diri.

V - Vascularisation ( Vaskularisasi )
Lakukan latihan kardiovaskuler untuk memperlancar perdaran darah

E - Exercise ( Latihan )
Lakukan latihan seperti strenghtening, stretching, dan propioception untuk pemulihan.

    Prinsip penanganan cedera dengan PEACE & LOVE ini diperkenalkan oleh dua orang fisioterapis asal Italia yaitu Blaise dan Jean -Francous Esculier. Sehingga prinsip ini tak hanya berhenti pada fase akut ( PEACE ) , namun juga pada fase pemulihan ( LOVE ). Penggunaan es ( ice ) yang telah lama digunakan dalam prinsip-prinsip penanganan cedera di masa lampau dari ICE, RICE, PRICE hingga POLICE kini ditinggalkan. Penggunaan obat anti inflamasi juga di 'haram' kan karena dapat menghambat penyembuhan jaringan paska cedera.

    Penambahan unsur edukasi menjadi kental dengan cita rasa fisioterapi modern ; berikan edukasi pasien agar terlibat aktif dan hindari penggunaan modalitas pasif berlebihan. Tak lupa unsur psikologis juga dimasukkan dalam prinsip ini 'OPTIMISM' !

    Sumber :
    Soft tissue injuries simply need PEACE & LOVE | British Journal Sport Medicine ; 26 April 2019
    BERIKAN KOMENTAR ()