Bagaimana Latihan Jalan Pasien Paska Stroke ?


Berjalan merupakan bentuk aktivitas dan kebutuhan dasar manusia, namun cedera atau penyakit dapat membuat manusia mengalami kesulitan untuk melakukannya. Kesulitan berjalan menjadi masalah serius yang kerap membuat pasien menemui fisioterapis. Beberapa masalah kesehatan memang dapat berdampak pada kemampuan jalan seseorang, salah satu yang banyak mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan berjalan adalah stroke.

Setelah mengalami stroke otak manusia akan mengalami kerusakan. Dampak fisik dari stroke yang paling sering adalah kelemahan salah satu sisi tubuh dan gangguan keseimbangan. Kedua hal tersebut dapat mengakibatkan penderita stroke kesulitan untuk berjalan dan berpindah tempat.

Bila seseorang mengalami stroke dan membuat kemampuan jalannya terganggu, biasanya dokter saraf akan merujuk ke fisioterapis untuk menjalani latihan berjalan. Pasiean atau keluarganya juga bisa mengusulkan atau meminta untuk dirujuk ke fisioterapi guna menjalani latihan jalan. Fisioterapis bisa ditemui di rumah sakit, puskesmas, klinik fisioterapi dan praktek mandiri.

Baca : Dimana fisioterapi bisa ditemui ?

Serangkaian pemeriksaan meliputi pengukuran kekuatan otot, luas gerak sendi, pemeriksaan sensoris saraf, kontrol postural, keseimbangan dan koordinasi akan dilakukan oleh fisioterapis sebelum merancang program latihan pemulihan berjalan bagi pasien stroke. Fisioterapis juga akan mencari tau beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab kesulitan jalan, termasuk penelusuran riwayat penyakit dan kemungkinan faktor psikologis dan faktor lingkungan. Sesi pemeriksaan ini adalah sesi terpenting dari keseluruhan proses fisioterapi, karena disinilah seorang fisioterapis akan menggali penyebeb kenapa pasien stroke mengalami kesulitan berjalan.

Bagaimana Latihan Berjalan Pada Pasien Stroke Dilakukan ?

Sebenarnya ada  dua jenis problem berjalan yaitu kemampuan berjalan dan gaya berjalan. Dua hal tersebut saling berkaitan, namun bisa jadi dikeluhkan secara terpisah sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien stroke.

Kemampuan berjalan berhubungan dengan tingat kesulitan seseorang untuk berjalan dan seberapa besar ia memerlukan bantuan untuk berjalan. Biasanya seseorang mengeluh sulit berjalan dari satu tempat ke tempat lain, sehingga harus ditolong oleh orang lain atau menggunakan alat bantu jalan. Biasanya fisioterapis mengklasifikasikan kemampuan berjalan dengan Functional Ambulation Category ( FAC ) dalam 5 kategori.

Semakin tinggi level ambulasinya semakin bagus pula kemampuan berjalan seseorang. Level ini juga sebanding dengana resiko terjatuh pada pasien stroke. Semakin rendah levelnya, maka semakin tinggi pula resiko terjatuh pasien. Lataihan kekuatan, keseimbangan dan kontrol postural menjadi fokus utama pada latihan berjalan untuk meningkatkan level ambulasi. Dalam keadaan tertentu fisioterapis mungkin menyarankan pasien untuk menggunakan alat bantu jalan untuk mencegah resiko terjatuh.

Gaya berjalan atau pola jalan merupakan suatu hal yang lebih detail dari kemampuan atau kemandirian berjalan. Biasanya pasien stroke datang ke fisioterapi mengeluhkan cara berjalannya menjadi beda setelah mengalami stroke. Perbedaan gaya berjalan pasien stroke diakibatkan karena hilangnya satu atau beberapa komponen berjalan.


Untuk mengetahui komponen jalan mana yang mengalami kelainan seorang fisioterapis akan melakukan pemeriksaan yang lebih detail. Latihan gaya berjalan pada pasien stroke juga memerlukan waktu yang lebih lama karena memperbaiki hal yang lebih detail. Latihan gaya berjalan difokuskan pada perbaikan pada komponen jalan dan hal-hal yang mengakibatkan hilangnya satu atau beberapa komponen pola jalan.
BERIKAN KOMENTAR ()