Cegah Stroke dengan 8 Langkah untuk Hidup Sehat

Stroke menjadi penyakit yang mengerikan dan sulit ditanggulangi jika sudah terkena dampaknya. Walau demikian, bukan berarti stroke tidak dapat dicegah. Dengan gaya hidup sehat, Anda dapat mencegah datangnya salah satu penyakit paling mematikan ini. Membuang kebiasaan-kebiasaan buruk dan memulai aktivitas yang menyehatkan menjadi kunci untuk terhindar dari risiko stroke. Di antaranya ada sembilan langkah sehat berikut ini yang patut dicoba untuk mencegah terjadinya stroke.

cara mencegah stroke, bagaimana cara mencegah stroke, tips mencegah stroke, bagaimana agar tidak terkena stroke


1. Rajin berolahraga
Berolahraga secara rutin mampu mencegah terjadinya stroke. Menurut penelitian yang dirilis Medscape Medical News, olahraga beberapa kali dalam seminggu mampu menekan risiko stroke hingga 20%. Jika Anda bukan penggemar olahraga berat yang memerlukan gerakan cepat, seperti sepak bola, badminton, atau kickboxing, olahraga ringan seperti jogging selama 30 menit pun mampu membantu tubuh untuk lebih sehat. Jika Anda berusia di atas 40 dan baru akan memulai berolahraga, disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menentukan olahraga apa yang tepat bagi Anda.

2. Berhenti merokok
Anda pasti sering membaca peringatan di kemasan rokok bahwa kebiasaan merokok dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan berbagai gangguan penyakit lainnya. Peringatan ini tidak boleh dianggap remeh, karena merokok mampu menyebabkan pengentalan darah dan meningkatkan penumpukan plak di pembuluh darah. Dua hal inilah yang meningkatkan resiko terjadinya stroke iskemik, yaitu stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak.

3. Menurunkan tekanan darah
Terdapat tiga tipe stroke yang umum terjadi, yakni stroke iskemik yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak, stroke hemoragik yang dipicu adanya pembuluh darah otak yang pecah, serta transient ischemic attack (TIA) atau yang kerap dijuluki “mini stroke” yang disebabkan oleh penyumbatan sementara pada aliran darah ke otak. Dari ketiga jenis stroke ini, nampak bahwa mengatur tekanan darah merupakan kunci dari mencegah serangan stroke. Selain mengonsumsi obat penurun tekanan darah, Anda dapat menghindari risiko ini dengan cara sederhana, yakni mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan garam berlebih.

4. Menurunkan berat badan
Menyantap makanan favorit memang nikmat rasanya, namun tidak senikmat risiko yang membayangi Anda dalam jangka panjang. Kurang mengontrol asupan makanan mampu menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu kunci terjadinya stroke. Orang-orang dengan kondisi obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke, karena tekanan darah tinggi dan pola makan yang kurang terjaga. Selalu jaga berat badan Anda sesuai indeks massa tubuh normal, yakni di kisaran 18,5 sampai 24,9.

5. Menjaga ritme detak jantung
Fibrilasi atrium adalah kondisi dimana detak jantung tidak beraturan yang dapat menyebabkan penggumpalan darah di jantung. Jika gumpalan darah ini bermigrasi hingga ke otak, dapat menyebabkan stroke iskemik.  Menurut data dari Stroke as The First Manifestation of Atrial Fibrillation tahun 2016, sekitar 40% kasus penyakit stroke disebabkan oleh fibrilasi atrium. Kelainan ritme jantung ini lebih berbahaya dibandingkan hipertensi. Pada kasus hipertensi, diperlukan waktu bertahun-tahun hingga pembuluh darah tersumbat yang kemudian memicu terjadinya stroke. Sedangkan pada kasus fibrilasi atrium, hanya memerlukan waktu 48 jam hingga terjadi stroke. Untuk menjaga ritme jantung agar tetap normal dan mencegah fibrilasi atrium, Anda perlu menghentikan kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan yang sehat bagi jantung, serta menjaga berat badan normal.

6. Menjaga kadar gula darah
Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan penggumpalan darah yang memicu terjadinya stroke iskemik. Untuk mengatur kadar gula darah agar tetap di ambang normal, cukup dengan rutin berolahraga dan membatasi asupan karbohidrat.

7. Mengonsumsi vitamin
Beberapa vitamin dan nutrisi yang baik untuk mencegah stroke, yakni vitamin B12, vitamin D, dan Omega 3. Vitamin B12 dapat diperoleh melalui konsumsi ikan, ayam, dan telur, yang juga memiliki kandungan vitamin D. Vitamin D juga dapat ditemukan pada sinar matahari di pagi hari, sehingga disarankan untuk jogging di pagi hari agar memperoleh manfaat ganda: terpapar sinar matahari yang menyehatkan sekaligus tubuh lebih sehat dengan berolahraga. Untuk kandungan Omega 3, Anda dapat mengonsumsi kacang-kacangan, salmon, dan udang. Baik vitamin B12, vitamin D, maupun Omega 3 juga dapat dikonsumsi dalam bentuk suplemen yang banyak beredar di pasaran, tetapi pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar dapat memilih suplemen yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

    8. Mengetahui faktor yang tidak dapat dikendalikan
    Delapan poin di atas dapat dicoba kapan saja dan oleh siapa saja, tetapi ada pula faktor penyebab stroke yang tidak dapat dihindari. Ada beberapa faktor penyebab stroke yang sulit dikendalikan, di antaranya riwayat kesehatan, faktor genetik, usia, dan jenis kelamin. Orang-orang yang pernah terkena serangan jantung dan transient ischemic attack alias “mini stroke” cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke. Begitu pula dengan orang-orang yang memiliki gangguan genetik yang berpengaruh pada pembuluh darah. Jika Anda berusia di atas 55 tahun, risiko stroke pun semakin tinggi, hingga dua kali lipat per 10 tahun. Menurut penelitian, wanita juga cenderung lebih rentan mengalami stroke dibandingkan pria. Jika Anda termasuk dalam beberapa faktor yang tidak dapat dikendalikan ini, yang dapat Anda lakukan yakni menekan risikonya agar tidak memburuk dengan delapan kebiasaan sehat di atas.
    BERIKAN KOMENTAR ()