Mengenal Traction Apophysitis, Nyeri Lutut yang Dialami Anak-anak

sakit lutut pada nak anak, nyeri lutut pada anak-anak
Gambar : thebestkneebraces.com

Nyeri lutut dan sendi tidak hanya dialami orang dewasa, anak-anak yang aktif pun berisiko mengalami gangguan kesehatan ini. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut traction apophysitis, yaitu kondisi dimana otot di area tulang yang belum tumbuh sempurna ditarik dengan kencang. Jika kondisi ini berulang kali, hasilnya akan terjadi peradangan, trauma, hingga sakit berkepanjangan. 

Traction apophysitis lazim ditemukan pada anak-anak yang aktif berolahraga hingga lebih dari 10 jam per minggu, terutama lari, sepak bola, basket, gimnastik, serta olahraga lain yang melibatkan gerakan berlari, menendang, dan melompat. Kondisi ini kerap terjadi di masa pertumbuhan, serta diprediksi terjadi pada 20% anak usia 9-16 tahun.

Seperti dilansir laman Go Physiotherapy, bagian tubuh yang paling terpengaruh oleh kondisi itu yaitu lutut (gangguan Osgood-Schlatters) yang menyebabkan rasa sakit di bawah tempurung lutut, atau mata kaki (gangguan Severs) yang menyebabkan rasa sakit di atas tumit belakang. Kedua gangguan ini dikaitkan dengan adanya ketegangan otot di sekitar sendi.

Jika si kecil mengalami traction apophysitis, cobalah untuk perbanyak beristirahat, kompres dengan es, dan gunakan obat anti inflamasi. Sayangnya, tidak mudah untuk melarang si kecil melakukan hobinya, sehingga anak sudah kembali bergerak aktif walau belum benar-benar aktif.

Jika ini yang terjadi, maka yang dapat dilakukan ialah menyisipkan gerakan peregangan sebelum berolahraga. Selain itu dapat pula dilakukan penanganan Strickland Protocol, di antaranya:
  1. Memberikan pijatan khusus ke arah otot yang mengalami ketegangan untuk memperbaiki panjang otot dan mengurangi ketegangan. Lakukan pijatan ini setidaknya 2 menit sehari.
  2. Ketika ketegangan otot mulai berkurang, kondisi ini akan membaik secara cepat.
  3. Jika anak sudah tidak merasakan nyeri saat berada di posisi peregangan, gantikan pijatan dengan gerakan peregangan. Pastikan anak sudah mampu menahan tubuhnya di gerakan peregangan.
  4. Lanjutkan pemijatan secara paralel dengan peregangan untuk mempercepat proses perpanjangan otot.
  5. Mengistirahatkan tubuh sangat penting dalam kondisi seperti ini. Pastikan anak tidak melakukan aktivitas berat selama sekurang-kurangnya tiga minggu agar proses penyembuhan semakin cepat.
  6. Aspek terpenting dalam proses penyembuhan dalam kondisi traction apophysitis ialah kehadiran orangtua atau pendamping, karena merekalah yang akan melakukan pemijatan (seperti di poin nomor satu) dan pengawasan terhadap perkembangan kondisi si kecil.
  7. Lanjutkan dengan rehabilitasi olahraga dan menyampaikan isu biomekanis dan teknis kepada pelatih saat akan kembali berolahraga.

Sumber :
BERIKAN KOMENTAR ()