Intervensi Fisioterapi Pada Nyeri Pinggang Non-Spesifik Perlu Direvisi

The Lancet, meminta profesi kesehatan untuk menghentikan pengobatan yang tidak efektif dan berpotensi merusak seperti penggunaan opioid, suntikan, dan operasi yang tidak perlu. Interivensi yang seringkali dilakukan oleh fisioterapi seperti penggunaan agen fisik dan elekstris, traksi serta manipulasi juga turut dikritisi.

nyeri punggung bawah non spesifik, lbp non spesifik, nyeripinggang non spesifik

Data statistik menunjukkan nyeri pinggang mempengaruhi 540 juta orang di seluruh dunia, sayangnya terlalu banyak pasien yang menerima pengobatan yang salah dan cenderung membahayakan. Pada tanggal 20 Maret 2018 lalu The Lancet mempulikasikan tiga makalah yang sangat bagus tentang dampak global nyeri pinggang non-spesifik. Definisi nyeripinggang non spesifik bisa kita lihat kembali di sini : Non Specific Low Back Pain

Apa Isi Publikasi The Lancet ?

Makalah pertama menyajikan pemahaman terkini tentang apa itu nyeri pinggang, dampaknya secara global dan ikhtisar tentang penyebab nyeri pinggang. Bukti ilmiah terkini tentang efektivitas pengobatan nyeri pinggang – termasuk intervensi fisioterapi disajikan dalam makalah kedua. Sedangkan makalah terakhir berisi “call to action”, seruan kepada badan kesehatan dunia WHO dan para pemimpin dunia untuk melakukan perubahan kebijakan publik, memberi perhatian pada kampanye kesehatan, perawatan dan layanan sosial untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh nyeri pinggang.

Kunjungi situs The Lancet melalui link berikut ini: http://www.thelancet.com/series/low-back-pain. Anda harus mendaftar sebagai member untuk mengakses makalah, jika kesulitan mengunduh melalui situs The Lancet, silakan menghubungi kami mealalui contact form disini

Makalah yang dipublikasikan oleh The Lancet tersebut meminta profesi kesehatan untuk menghentikan pengobatan yang tidak efektif dan berpotensi merusak seperti penggunaan opioid, suntikan, dan operasi yang tidak perlu. Interivensi yang seringkali dilakukan oleh fisioterapi seperti penggunaan agen fisik dan elekstris, traksi serta manipulasi juga turut dikritisi. Hal itu dikatakan dapat memperburuk keadaan.
 

Posisi Fisioterapi

Sebagai profesi yang telah bergabung dalam dunia kesehatan berbasis bukti, fisioterapi juga turut menyambut ajakan dalam publikasi tersebut sebagaimana dilansir dalam situs resmi WCPT dalam artikel berjudul : Physical Therapists Join Call to Stop ‘Ineffective and Damaging’ Low Back Pain Treatment. Profesi fisioterapi di berbagai negara di dunia akan menyambut seruan penerapan bukti ilmiah terkini dalam pengobatan nyeri pinggang. Membaca publikasi Lancet, saat ini seolah terjadi semacam jurang pemisah antara temuan ilmiah dan praktik klinis fisioterapi di seluruh dunia dalam menangani nyeri pinggang non-spesifik. Menerapkan temuan ilmiah terkini merupakan sesuatu yang sulit, sehingga butuh waktu dan tekad yang kuat untuk melakuka perubahan, apalagi jika memperhatikan fakta selama ini bagaimana konflik kepentingan, lobi industri kesehatan dan farmasi cukup kuat mempengaruhi berbagai kebijakan pelayana n kesehatan.

Perubahan dan Peran Strategis Fisioterapi

Beberapa waktu mendatang mungkin akan ada perubahan protokol atau clinical guideline penanganan nyeri pinggang non-spesifik. Terlalu dini dalam melakukan pencitraan MRI, peresepan obat anti nyeri dosis tinggi dan morfin serta tindakan pembedahan yang tergesa-gesa dikatakan berkontribusi dalam memperburuk keadaan nyeripinggang non-spesifik. Peran fisioterapi cukup penting, meskipun berapa intervensi seperti modalitas pasif berteknologi canggih, penggunaan traksi, korset  dan tindakan manipulatif perlu ditinggalkan. Pendekatan baru lebih berfokus pada pendidikan pasien untuk tetap aktif, mencegah tirah baring, segera kembali bekerja dan olehraga atau latihan-latihan tertentu mejadi fokus utama pengobatan nyeri pinggang non-spesifik.

Perkembangan baru ini merupakan tantangan sekaligus peneguhan bagi profesi fisioterapi sebagai movement dan exrcise expert. Promosi untuk aktif bergerak dan olahraga adalah concern profesi fisioterapi selama ini. Mencegah tindakan pencitraan terlalu dini dan peresepan obat-obatan berdosis kuat juga berarti harus memberikan akses yang lebih efektif untuk mendapatkan pemeriksaan sederhana dan penanganan non drugs seperti fisioterapi. Di sisi lain kemauan dan kemampuan klinis fisioterapis dalam mengaplikasikan intervensi berbasis bukti perlu di up-grade.

Mari bersiap !
Salam fisioterapi Indonesia ; Ayo Bergerak Lebih Cepat !

Komentar