[ Project ] Formulir Pemeriksaan Fisioterapi

form pemeriksaan fisioterapi
Gambar : Formulir Pemeriksaan Fisioterapi

Pemeriksaan merupakan bagian terpenting dari keseluruhan proses fisioterapi, melalui pemeriksaan yang baik dapat ditemukan problem dan diagnosis, sehingga dapat ditentukan terapi yang tepat. Hasil pemeriksaan dicatat dalam sebuah formulir dokumentasi pemeriksaan. Selain digunakan untuk mencatat hasil pemeriksaan, formulir pemeriksaan dapat didesain sesuai alur dan mapping assessment dengan memasukkan komponen-komponen pemeriksaan-baik subjektif maupun objektif sehingga memudahkan klinisi pengambilan kesimpulan untuk menentukan diagnosis, prognosis, target, dan dosis intervensi. Hasil pemeriksaan sebaiknya juga bisa dibaca dan dimengerti oleh profesi kesehatan lain, juga oleh pasien.

Beberapa bulan terakhir saya sengaja meluangkan waktu untuk sebuah “proyek kecil pribadi” ; mendesain formulir pemeriksaan fisioterapi untuk klinik mandiri. Saya mencoba searching literatur formulir pemeriksaan, hingga saya temukan formulir pemeriksaan yang saya rasa cocok dengan komponen-komponen pemeriksaan untuk sebuah klinik mandiri yang memungkinkan direct access ( menerima pasien langsung tanpa rujukan dari dokter ).

Formulir assessment ini merupakan adaptasi dari formulir pemeriksaan fisioterapi yang dirilis oleh APTA ( American Physical Therapy Association ) tahun 2002 lalu.

Melihat komponen-komponen yang ada dalam formulir pemeriksaan tersebut, saya rasa cukup memadai pula digunakan di rumah sakit. Meskipun untuk menerapkannya di rumah sakit masih perlu disesuaikan dengan kaidah formulir pemeriksaan standar KARS atau JCI.

Setelah proses penerjemahan, formulir assessment ini saya modifikasi dengan penambahan dan pengurangan beberapa poin. Dalam formulir ini saya tambahkan skema diagnosis ICF ( International Classification Functional & Disability ) meskipun dalam versi aslinya APTA menggunakan klasifikasi diagnosis fisioterapi model APTA. Klasifikasi diagnosis APTA tetap saya gunakan, namun karena tidak mampu menunjukkan profil fungsional pasien secara utuh, maka saya tambahkan skema diagnosis ICF. Untuk kepentingan komunikasi antar fisioterapi maupun dengan tenaga kesehatan lain diagnosis ICF cukup representatif menunjukkan kondisi / profil pasien.

Formulir ini di desain untuk rawat jalan (outpatient). Dalam uji coba di klinik rawat jalan cukup kompatibel untuk kondisi musculoskeletal dan neurology. Saya masih butuh banyak bantuan dan mengundang sejawat sekalian untuk mengkritisi dan bergabung dalam proyek ini, melakukan penyempurnaan tata bahasa, typo, maupun komponen-komponen pemeriksaan yang perlu ditambah atau disesuaikan dengan kondisi praktik mandiri fisioterapi di Indonesia.

Saya mengundang para pakar, klinisi, akademisi dan para pelajar bergabung dalam proyek ini melalui  email wahyuphysio@hotmail.com, atau melalui WhatsApp di 085259863748 untuk mendapatkan file formulir assessment fisioterapi dalam format PDF yang bisa diubah menjadi MS Word agar bisa diedit. Semoga hasil kerja bersama ini bermanfaat dan dapat digunakan oleh sejawat fisioterapis di Indonesia.
BERIKAN KOMENTAR ()