Mengukur Tingkat Keparahan atau Intensitas Nyeri Dengan Skala Nyeri


Salah satu alasan yang membuat seseorang mengunjungi fisioterapis adalah karena mengalami keluhan nyeri. Beberapa kondisi terkait rasa nyeri seperti nyeri pinggang, nyeri leher dan nyeri lutut membuat seseorang sulit bergerak dan mengganggu aktifitas sehari-hari.

Saat Anda menemui fisioterapis baik di klinik atau di rumah sakit, hal pertama yang dilakukan oleh fisioterapis adalah melakukan anamnesis (wawancara), antara lain ; alasan berkunjung ke fisioterapi, kapan keluhan mulai dirasakan, faktor yang memperparah dan meringankan keluhan, dan pengobatan apa yang sudah dilakukan untuk mengurangi keluhan.

Fisioterapis juga akan menanyakan intensitas nyeri ; seberapa parah nyeri yang Anda rasakan? apakah termasuk nyeri ringan, nyeri sedang, nyeri berat atau sangat berat.

Untuk mengetahui seberapa parah rasa nyeri (intensitas nyeri) yang dialami seseorang memang tidaklah mudah, mengingat nyeri merupakan keluhan yang bersifat subyektif. Beberapa instrumen untuk mengukur derajat keparahan nyeri  telah dikembangkan oleh para pakar dan telah diaplikasikan oleh berbagai praktisi kesehatan di berbagai negara termasuk fisioterapis di Indonesia. Beberapa instrumen / alat ukur skala nyeri yang sering digunakan antara lain :


1. Visual Analog Scale / Skala Nyeri Visual
Visual Analog Scale ( disingkat VAS ) atau skala nyeri visual adalah alat ukur untuk mengetahui derajat nyeri yang paling sederhana. Skala VAS berupa garis  garis horizontal sepanjang 10 cm, di ujung kiri garis ditandai dengan "tidak nyeri", sementara ujung kanan ditandai dengan "nyeri terparah". Lalu pasien diminta untuk menandai pada garis tersebut sesuai dengan tingkat keparahan nyeri yang dirasakan, kemudian jaraknya diukur dari batas kiri sampai pada tanda yang diberi oleh pasien dan panjang garis tersebut itulah menunjukkan tingkat intensitas nyeri.


2. Numerik Rating Scale / Sakala Nyeri Numerik
Numerik Rating Scale ( disisngkat NRS ) adalah skala nyeri numerik, dalam aplikasinya pasien diminta untuk menunjuk angka pada sebuah garis horizontal dengan deretan angka 0 di ujung kiri , 1, 2,3 ... dan seterusnya hingga angka 10 di ujung kanan. angka 0 menunjukkan keadaan tidak nyeri dan angka 10 menunjukkan nyeri terparah.

3. Verbal Rating Scale / Skala Nyeri Verbal
Verbal Rating Scale ( disingkat VRS ) merupakan skala nyeri yang pengukurannya berdasarkan ungkapan verbal apa yang dikatakan oleh pasien, seperti "tidak nyeri" , "nyeri ringan", nyeri sedang", atau "nyeri berat"

4. Wong-Baker Pain Rating Scale / Skala Nyeri Wong-Baker
Skala nyeri Wong Baker biasanya diterapkan pada anak-anak , skala nyeri ini unik karena berupa deretan gambar ekspresi wajah. Pasien diminta menunjuk gambar ekspresi wajah yang paling sesuai dengan nyeri yang dirasakan.

Pengaruh Nyeri Terhadap Aktifitas

Tidak hanya cukup mengetahui seberapa nyeri yang dirasakan oleh pasien, seorang fisioterapis akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana pengaruh nyeri terhadap aktifitas. Sebab tujuan dari fisioterapi bukan hanya mengurangi nyeri, tapi juga membuat pasien lebih mudah bergerak dan beraktifitas tanpa nyeri, dengan nyeri minimal, atau nyeri yang bisa ditoleransi.  Instrumen pemeriksaan tersebut biasanya berbentuk seperti quesioner, seperti : 
  1. Oswestry Disability Index ( ODI ) untuk mengetahui pengaruh nyeri pinggang terhadap aktivitas.
  2. Pain Disability Index ( PDI ) untuk mengetahui pengaruh nyeri leher terhadap aktivitas.
  3. Shoulder Pain Disability Index ( SPDI) untuk mengetahui pengaruh bahu leher terhadap aktivitas. 
  4. dll

Manfaat Mengukur Skala Nyeri

Mungkin Anda bertanya, apa sih pentingnya menerjemahkan rasa nyeri menjadi skala dan angka-angka?

Mengetahui seberapa parah nyeri yang dirasakan seseorang penting dilakukan, setidaknya untuk :
  1. Menentukan tindakan pengobatan. Jenis pengobatan / terapi pada kondisi nyeri ringan berbeda dengan nyeri sedang atau nyeri berat.
  2. Untuk membandingkan keluhan nyeri mengetahui perkembangan keluhan dan efektifitas pengobatan. Mungkin seorang datang pertama kali dengan keluhan nyeri berat skala 8, setelah menjalani pengobatan / fisioterapi selama dua hari nyeri sedikit berkurang menjadi 7 dan setelah satu minggu, nyeri sudah jauh berkurang menjadi skala 3.
Jika Anda mengalami masalah nyeri dan mengunjungi fisioterapis atau dirujuk oleh dokter ke fisioterapi, bantulah fisioterapis untuk memahami nyeri yang Anda rasakan dengan baik.

Kerjasama yang baik antara fisioterapis dan klien dapat meningkatkan efektifitas tidakan dan mempercepat kesembuhan.
BERIKAN KOMENTAR ()