Bagaimana Cara Mengukur Tingkat Keparahan Nyeri Yang Anda Rasakan?

Bagaimana cara mengetahui intensitas ( tingkat keparahan) nyeri yang Anda alami? Beberapa instrumen untuk mengukur derajat keparahan nyeri telah dikembangkan oleh para pakar dan telah diaplikasikan oleh berbagai praktisi kesehatan di berbagai negara termasuk fisioterapis di Indonesia, antara lain...

vas, alat ukur intensitas nyeri

Salah satu alasan yang membuat seseorang mengunjungi fisioterapis adalah karena mengalami keluhan nyeri. Beberapa kondisi terkait rasa nyeri seperti nyeri pinggang, nyeri leher dan nyeri lutut membuat seseorang sulit bergerak dan mengganggu aktifitas sehari-hari.

Saat Anda menemui fisioterapis baik di klinik atau di rumah sakit, hal pertama yang dilakukan fisioterapis - setelah menanyakan identitas pribadi Anda, adalah melakukan anamnesis, antara lain meliputi :
  1. Alasan berkunjung ke fisioterapis
  2. Sudah berapa lama keluhan dirasakan ?
  3. Riwayat kesehatan
  4. Mekanisme cedera
  5. Dampaknya terhadap aktifitas sehari-hari, pekerjaan dan hobi.
  6. Dll

Saat Anda menemui fisioterapis baik di klinik atau di rumah sakit, hal pertama yang dilakukan fisioterapis - setelah menanyakan identitas pribadi Anda, adalah melakukan anamnesis, antara lain meliputi :
  1. Alasan berkunjung ke fisioterapis
  2. Sudah berapa lama keluhan dirasakan ?
  3. Riwayat kesehatan
  4. Mekanisme cedera
  5. Dampaknya terhadap aktifitas sehari-hari, pekerjaan dan hobi.
  6. Dll
Fisioterapis juga akan menanyakan intensitas nyeri ; seberapa parah nyeri yang Anda rasakan? apakah termasuk nyeri ringan, nyeri sedang, nyeri berat atau sangat berat.

Instrumen Pengukur Rasa Nyeri

Untuk mengetahui seberapa parah rasa nyeri (intensitas nyeri) yang dialami seseorang memang tidaklah mudah, mengingat nyeri merupakan keluhan yang bersifat subyektif. Beberapa instrumen untuk mengukur derajat keparahan nyeri  telah dikembangkan oleh para pakar dan telah diaplikasikan oleh berbagai praktisi kesehatan di berbagai negara termasuk fisioterapis di Indonesia. Instrumen tersebut pada umumnya berbentuk skala, seseorang diminta menunjukkan seberapa parah nyeri yang dialami dengan menunjuk pada skala angka.

Dalam praktik sehari-hari biasanya saya menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS) , berupa deretan angka 0, 1, 2, 3.. sampai dengan 10 , pasien saya minta untuk menunjukkan seberapa parah nyeri yang dialami, dimana angka 0 menunjukkan tidak ada rasa nyeri, sedangkan angka 10 menunjukkan rasa nyeri yang tak tertahankan.

Sebagai fisioterapis saya akan sangat terbantu bila pasien mampu menunjukkan seberapa parah nyeri yang sedang dialami menggunakan skala tersebut. Misalnya mengungkapkan dengan kalimat seperti , “Pinggang saya nyeri sekali, kalau rentang 0 sampai 10,  kira-kira nyerinya di angka 7 “.

Selain numeric rating scale ada bebererapa instrument pengukur nyeri yang dikenal seperti Visual Analogue Scale ( VAS) dan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale.

Manfaat Mengukur Intensitas Nyeri

Mungkin Anda bertanya, apa sih pentingnya menerjemahkan rasa nyeri menjadi skala dan angka-angka? Mengetahui seberapa parah nyeri yang dirasakan seseorang penting dilakukan, setidaknya untuk :
  1. Menentukan tindakan pengobatan. Jenis pengobatan / terapi pada kondisi nyeri ringan berbeda dengan nyeri sedang atau nyeri berat.
  2. Untuk membandingkan keluhan nyeri mengetahui perkembangan keluhan dan efektifitas pengobatan. Mungkin seorang datang pertama kali dengan keluhan nyeri berat skala 8, setelah menjalani pengobatan selama dua hari nyeri sedikit berkurang menjadi 7 dan setelah satu minggu, nyeri sudah jauh berkurang menjadi skala 3.
Jika Anda mengalami masalah nyeri dan mengunjungi fisioterapis atau dirujuk oleh dokter ke fisioterapi, bantulah fisioterapis untuk memahami nyeri yang Anda rasakan dengan baik.

Kerjasama yang baik antara fisioterapis dan klien dapat meningkatkan efektifitas tidakan dan mempercepat kesembuhan.

Komentar

  1. benar agar tidakan agar dapat dilakukan serta tepat saat memberikan dosis obat
    sering menjumpai alat seperti gambar di klinik

    BalasHapus
  2. Baru kali ini saya tahu kalo ada lat instrumen segala buat ngukur nyeri

    BalasHapus
  3. ternyata ada instrumen penyukur rasa nyeri juga ya

    BalasHapus
  4. Jadi sederhananya, sebagai diagnosa tingakatan stres yang dialami oleh sang pasien sehingga dalam penanganan pun akan berbeda.

    BalasHapus
  5. Terima kasih informasinya, skrg saya jadi tau kalau nyeri gabisa ditangani secara sembarangan

    BalasHapus

Posting Komentar