Lampu Infrared Dalam Praktik Fisioterapi

Lampu infra red memancarkan gelombang infra merah yang menghasilkan panas. Infra red diaplikasikan oleh fisioterapis pada bagian tubuh yang mengalami cedera untuk meningkatkan suhu jaringan, mempercepat penyembuhan, mengurangi nyeri dan memberikan efek relaksasi.

Lampu Infrared dalam praktik fisioterapi

Apakah lampu infrared itu dan bagaimana penggunaannya dalam praktik fisioterapi?

Lampu infrared merupakan salah satu jenis modalitas yang banyak digunakan di klinik-klinik fisioterapi . Berbeda dengan di negara – negara barat, di Indonesia penggunaan lampu infrared jauh lebih popular dibandingkan dengan penggunaan hotpack (kompres panas).  Lampu infra red memancarkan gelombang infra merah yang menghasilkan panas. Infra red diaplikasikan oleh fisioterapis pada bagian tubuh yang mengalami cedera untuk meningkatkan suhu jaringan, mempercepat penyembuhan, mengurangi nyeri dan memberikan efek relaksasi.

Dalam artikel ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan penggunaan lampu infra red, antara lain :
  • Manfaat penggunaan lampu infra red
  • Kondisi apa saja yang memerlukan lampu infra red
  • Kontra indikasi penggunaan lampu infra red
  • Dosis penggunaan lampu infra red

Manfaat Penggunaan Lampu Infra Red

Lampu infra red memancarkan gelombang infra merah yang menghasilkan panas yang memiliki beberapa manfaat, antara lain :
  • Memberikan efek nyaman dan relaksi jaringan  otot yang mengalami ketegangan
  • Mengurangi nyeri yang disebabkan oleh ketegangan dan kekakuan otot
  • Panas dapat mengakibatkan vasodilatasi / pelebaran bembuluh darah yang akan  meningkatkan aliran darah pada area tersebut. Peningkatan sirkulasi pada bagian tubuh yang cedera membatu meningkatkan pengangkutan nutrisi, oksigen dan hormon yang membantu mempercepat penyembuhan.

Indikasi Penggunaan Infra Red

Penggunaan lampu infra red oleh fisioterapis biasanya digunakan untuk kondisi-kondisi berikut ini, diantaranya :
  • Osteoarthritis ( pengapuran sendi )
  • Nyeri kronis
  • Kekakuan sendi
  • Ketegangan otot
  • Cedera kronis

Kontra Indikasi Penggunaan Infra Red

Beberapa kondisi yang tidak boleh dilakukan infra red karena merupakan kontra indikasi antara lain :
  • Pada bagian tubuh yang mengalami gangguan rasa raba ( seperti baal atau kesemutan ).
  • Pada orang yang mengalami gangguan mental
  • Pada luka terbuka
  • Pada daerah mata
  • Pada kondisi cedera akut ( 2 x 24 jam )
  • Pada sendi yang terjadi peradangan akut
  • Pada orang dengan multiple skerosis yang sensitif terhadap panas

Berapa Lama Aplikasi Lampu Infra red?

Berapa lama waktu penyinaran menggunakan lampu infra merah?

Penyinaran dengan lampu infra red biasanya membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit.  Fisioterapis akan mengecek secara berkala selama proses penyinaran untuk memastikan bahwa sinar tidak terlalu panas dan menghindari terjadinya luka bakar. Jika saat penggunaan infa red Anda merasa terlalu panas, sampaikan kepada fisioterapis Anda.

Penggunaan Lampu Infrared Tidak Bisa Menggantikan Latihan Gerak Aktif

Penggunaan lampu infrared tidak bisa menggantikan latihan gerak aktif untuk menambah kekuatan otot, meningkatkan luas gerak sendi dan mobilitas. Jika saat ini Anda menjalani fisioterapi dan mendapatkan terapi penyinaran dengan lampu infrared, jangan lupa untuk menanyakan alasan penggunaan lampu infrared untuk kondisi Anda. Pastikan Anda juga mendapatkan latihan gerak aktif dalam sesi fisioterapi, jika tidak coba diskusikan dengan fisioterapis Anda.

Manfaatkan ⏩PEDro atau ⏩Physiopedia untuk mendapatkan informasi terbaru tentang efektifitas fisioterapi untuk kondisi Anda saat ini.