Sejarah Profesi Fisioterapi

Profesi fisioterapi memiliki sejarah panjang dan telah mengalami beberpa tahap evolusi hingga menjadi profesi kesehatan modern seperti yang kita kenal saat ini. Jauh sebelum penanggalan Masehi berlaku, fisioterapi sudah lebih dulu ada.


Profesi fisioterapi memiliki sejarah panjang dan telah mengalami beberpa tahap evolusi hingga menjadi profesi kesehatan modern seperti yang kita kenal saat ini. Jauh sebelum penanggalan Masehi berlaku, fisioterapi sudah lebih dulu ada. Konon kabarnya, para dokter pada zaman Yunani Kuno sudah melakukan praktik fisioterapi seperti Hypocrates dan Hector. Mereka hidup pada masa 460 tahun Sebelum Masehi.

Para perawat di Inggris menjadi pelopor modernisasi fisioterapi pada tahun 1894 dengan membentuk sebuah komunitas profesional para praktisi fisioterapi (Chartered Society Of Physioterapy). Mereka yang terdiri dari empat perawat itu, bolehlah disebut sebagai fisioterapis profesional pertama di muka bumi ini.

Apa yang dilakukan empat perawat Inggris itu membuka mata para praktisi fisioterapi di negara lainnya, baik di Eropa, Asia maupun di Amerika Serikat. Saat itu fisioterapi telah menyebar ke berbagai kawasan dan kian populer. Sejak itu, mulai bermunculan beragam komunitas fisioterapi. Bahkan di sejumlah negara, fisioterapi menjadi jurusan khusus di perguruan tinggi. Beberapa perguruan tinggi pelopor yang mempelajari fisioterapi adalah:
  1. Universitas Otago, Selandia Baru (1913)
  2. Reed College, Portland USA (1914)
Para praktisi fisioterapi di Amerika Serikat kemudian selangkah lebih maju dengan membentuk asosiasi fisioterapis (sekarang bernama American Phisical Therapy Association), yang dikomandani oleh Mary McMillan pada 1924. Alhasil, perkembangan fisioterapi makin pesat.

Makin banyak kalangan medis yang merekomendasikan fisioterapi sebagai pengobatan beragam jenis penyakit. Puncaknya terjadi pada 1951, ketika 11 negara setuju membentuk asosiasi fisioterapis dunia yaitu World Confederation of Physical Therapy (WCTP). 11 negara itu adalah:
  1. Australia
  2. Kanada
  3. Denmark
  4. Finlandia
  5. Inggris
  6. Selandia Baru
  7. Norwegia
  8. Afrika Selatan
  9. Jerman
  10. Swedia
  11. Amerika Serikat
Saat ini di Amerika Serikat, fisioterapi berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu dalam 10 profesi yang paling signifikan perkembangannya. Dan tentu saja cukup bergengsi.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Fisioterapi sudah cukup lama juga masuk ke Indonesia. Adalah Prof. dr. Soeharso yang menjadi pelopor fisioterapi dengan mendirikan Sekolah Perawat Fisioterapi di Solo pada 1956. Sudah lama bukan? 11 tahun setelah Indonesia berdiri sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat.

Sang profesor juga yang kemudian dinobatkan sebagai Bapak Fisioterapi Indonesia, yang mendorong berdirinya Ikatan Fisioterapi Indonesia (saat itu disingkat IKAFI) pada 1968. IKAPI kemudian berubah menjadi IFI sampai sekarang, sejak 1996.

Awalnya, fisioterapi di Indonesia banyak membantu pengobatan dan pemulihan korban-korban masa kemerdekaan. Banyak pejuang kita yang mengalami luka, cedera dan trauma fisik berkepanjangan. Dengan fisioterapi, kondisi mereka berangsur pulih. (BACA : Operasi Patah Tulang dengan Fisioterapi)

IFI terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan fisioterapi di Indonesia. IFI juga aktif mengikuti perkembangan fisioterapi dunia, dengan menjadi anggota WCTP dan level Asia (ACTP). Kini semakin banyak perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan formal fisioterapi, karena kian tingginya kebutuhan.

Beberapa perguruan tinggi yang menyediakan jurusan khusus fisioterapi, antara lain:

- Politeknik Departemen Kesehatan Surakarta
- Akademi Fisioterapi YIRM Jakarta
- Universitas Kristen Indonesia Jakarta
- Universitas Muhamadiyah Surakarta
- Universitas Aisyiyah Yogjakarta
- Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta
- Universitas Airlangga
- Universitas Indonesia
- Akademi Fisioterapi Makassar
- Akademi Fisioterapi Yayasan Glugur Medan
- Akademi Fisioterapi Muhamadiyah Palembang.
- Universitas Udayana Bali

Kini layanan fisioterapi kian banyak kita temukan, baik di rumah sakit, klinik fisioterapi, praktik mandiri dan klub-klub olahraga. Fisioterapi menjadi salah satu pilihan utama proses pengobatan dan penyembuhan sejumlah jenis penyakit yang mempengaruhi gerak dan fungsi.
(Baca : Fisioterapi Dalam Dunia Komunikasi)