Bagaimana Fisioterapis Mengukur Kekuatan Otot Kamu?

Pemeriksaan Kekuatan Otot, Pengukuran Kekuatan Otot, Manual Muscle Testing, MMT

Nyeri dan kesulitan bergerak akibat cedera atau penyakit bisa mengakibatkan aktifitas sehari-harimu terganggu. Jika kamu mengalami hal ini, biasanya dokter akan merujukmu ke fisioterapis.  Jika tidak, kamu bisa meminta dokter yang merawatmu untuk merujuk ke fisioterapis.

Saat berkunjung ke klinik fisioterapi, kamu akan menjalani serangkaian pemeriksaan. Fisioterapis akan mengumpulkan informasi dan data untuk membuat diagnosis dan menyusun strategi terapi terbaik untuk memecahkan masalah kesehatan yang kamu alami. Beberapa jenis pemeriksaan yang biasanya dilakuakan di klinik fisioterapi antara lain:
  • Pemeriksaan ROM
  • Pemeriksaan kekuatan otot
  • Pemeriksaan nyeri
  • Pemeriksaan postur
  • Pemeriksaan pola jalan
  • Pemeriksaan keseimbangan
  • Dll

Gangguan kekuatan otot

Gangguan kekuatan otot dikenal dengan kelemahan otot. Banyak hal yang bisa mempengaruhi kekuatan otot, seperti operasi, cedera, atau penyakit tertentu. Malas berolahraga juga dapat menurunkan kekuatan otot yang dapat membuatmu rentan mengalami cedera saat beraktifitas. 

Kekuatan otot adalah kemampuan otot untuk berkontraksi dan menghasilkan gaya.

Berbagai aktivitas sehari-hari yang setiap hari kamu lakukan memerlukan kekuatan otot. Mulai dari miring di tempat tidur, duduk, meraih benda di depanmu, berdiri dan berjalan. Semua memerlukan kekuatan otot yang cukup.

Bila kekuatan ototmu tidak cukup maka kamu akan gagal melakukan aktivitas atau kamu akan mengalami cedera karena bergerak dengan kekuatan otot yang tidak memadai. 

Bagaimana cara mengukur kekuatan otot?

Pengukuran kekuatan otot bisa dilakukan dengan Manual Muscle Testing (MMT) dan dinamometer. MMT dan dinamometer adalah metode yang paling sering digunakan di klinik-klinik fisioterapi untuk mengukur kekuatan otot.

Manual Muscle Testing (MMT) adalah metode pengukuran kekuatan otot paling populer dan banyak dilakukan oleh fisioterapis. Dalam pemeriksaan MMT, fisioterapis akan mendorong tubuhmu ke arah tertentu dan kamu diminta menahan dorongan tersebut, lalu fisioterapis mencatat score atau nilai kekuatan ototmu, besarnya tergantung pada seberapa banyak kamu mampu menahan dorongan tadi.

Bagaimana cara menilai kekuatan otot?

Dalam Manual Muscle Testing (MMT), kekuatan diukur dengan skala lima poin yaitu: 
  • Nilai otot 0/5 berarti otot tidak dapat melakukan kontraksi yang bisa terlihat. Hal ini terjadi ketika otot yang lumpuh, seperti setelah cedera tulang belakang atau radikulopati servikal atau lumbal. Kadang kadang nyeri dapat menghalangi otot berkontraksi sama sekali. 
  • Nilai otot 1/5artinya terjadi kontraksi otot namun tidak ada gerakan. Otot tidak cukup kuat untuk mengangkat bagian tubuh tertentu . 
  • Nilai otot 2/5 artinya ototmu dapat berkontraksi tetapi tidak bisa menggerakkan bagian tubuh melawan gravitasi, namun ketika gravitasi dihilangkan dengan perubahan posisi tubuh, otot dapat menggerakkan bagian tubuh secara penuh.
  • Nilai otot 3/5 artinya otot dapat berkontraksi dan menggerakkan bagian tubuh secara penuh melawan gaya gravitasi. Tapi ketika fisioterapis memberikan dorongan melawan gerakan tubuhmu (memberikan resistensi), otot tidak mampu melawan.
  • Nilai otot 4/5 artinya otot mampu berkontraksi dan menggerakkan tubuh melawan tahanan minimal. Kamu mampu melawan dorongan yang diberikan fisioterapis, namun tidak maksimal.
  • Nilai otot 5/5 berarti otot berfungsi normal dan mampu melawan tahanan maksimal. Kamu mampu mempertahankan kontraksi ketika dorongan maksimal diterapkan fisioterapis pada bagian tubuhmu.

Jika kamu seorang mahasiswa fisioterapi silakan klik berikut : https://crcjs.med.utah.edu/sma_fitness/pdfs/manualmuslce_tests_upper_lower_PST.pdf 


 

© Wahyu Physio. All rights reserved. Made with ♥ by Jago Desain

-->